Angel
masih tertidur pulas ketika panggilan telepon dari ibunya, terus
berdering di Hp nya. Setelah beberapa kali lelah berdering, panggilan
itu pun berakhir. Nenek angel sedang berada di sebuah klenteng,
bersembhayang untuk menghormati leluhurnya. Ia berharap angel datang
untuk menghormati leluhur orang tuanya yang telah meninggal 3 tahun
silam karena sebuah kecelakaan. Upacara itu dilakukan untuk merayakan
tahun baru imlek yang akan datang esok hari.
Setelah
lama beristirahat, angel bangkit mengosok giginya di kamar dan
memandangi dirinya di cermin. Rambutnya yang panjang terhelai lembut
berwarna merah. Wajahnya cantik, dan berkulit putih dengan mata sipit
yang memikat karena bulu matanya yang panjang. Tubuhnya juga cukup
tinggi sekitar 168cm. Angel telah melupakan hari buruk tersebut, kini
ia berkerja sebagai seorang public relation di sebuah rumah makan mewah.
Ketika
tubuhnya mulai hangat sehabis mandi, ia baru menyadari panggilan miss
call dari sang nenek yang kini menjadi satu satunya anggota yang ia
miliki. Ia pun menelepon balik sang nenek yang telah berusia 68 tahun.
"Napa nek?" Tanya angel
"Kamu datang dong. Nenek mau ajak kamu sembhayang di klenteng buat almarhum papa sama mama kamu, cepet nenek uda lama disini!"
"Aduh.. sabar dong. Angel juga baru bangun.. ntar nyusul de!" ujar Angel setengah hati
"Dasar
ya. Uda jam 10 masih belum bangun.. kalau nenek disana uda nenek siram
air kamu biar bangun. Anak perempuan kok kayak gitu!!"
"Uh.. iya iya! Angel kesana sekarang!"
Setelah
menutup telepon itu dengan perasaan sebal karena ocehan di pagi hari.
Angel pun keluar dari rumahnya untuk memanaskan mobil. Kemudian ia
mulai merasa bosan dengan mengingat apa yang harus ia lakukan di
klenteng. Menghirup polusi dupa yang akan menusuk hidungnya, belum lagi
dengan banyaknya orang yang antri menunggu ditempat ibadah tersebut.
Dengan setengah hati ia pun berangkat menuju klenteng yang terletak 1
jam dari rumahnya.
Di tempat lain.
Agnes
baru saja turun dari sebuah bus yang mengantarkannya dari sebuah
daerah. Ia terlihat asing ditempat barunya, dengan hanya memiliki
sebuah tas kecil ditangannya ia berjalan menelurusuri tempat yang
tertera di sebuah kertas yang ia pegang. Kemudian ia bertanya kepada
seseorang yang ia tak kenal disebuah jalan.
"Pak Maaf ya, boleh Tanya dimana ya pasar Glodok?"
"Oh.. naik aja angkot 41 atau naik busway jurusan roxy –kota lalu terusin ke stasiun kota.!"
"Oh.. makasih ya..!"
Sang
bapak tampak mengerti jika Agnes adalah seorang gadis yang yg merantau
mencari sesuap nasi. Lalu ia membiarkan agnes berjalan seorang diri
mencari tempat halte busway yang cukup jauh. Agnes adalah seorang gadis
yang melarikan diri dari orang tuanya yang memaksa ia untuk menikah
dengan seorang juragan kaya, ayahnya terlilit hutang yang cukup besar
sehingga ia merelakan putri cantiknya untuk menikah lelaki yang mungkin
sudah berkepala lima dengan 3 istri muda lainnya.
Tak
rela menjadi siti nurbaya di jaman modern, Agnes pun memilih untuk
melarikan diri. Ia memilih untuk lari kepada seorang temannya yang dulu
adalah rekan satu sekolah di kota asalnya , Surabaya. Lilis. Lilis
berdagang makanan khas cina di pasar glodok. Sekilas ada yang aneh
dengan wajah agnes. Tubuhnya mirip dengan Angel , sekilas mereka tampak
mirip, hanya rambut mereka yang berbeda warna. Bentuk wajah mereka
sedikit mirip namun sangat tidak masuk akal bila diperhatikan sekilas
sama.
Agnes
berhasil sampai di halte busway, dan kini ia mengikuti saran bapak tua
itu untuk mengantarkannya ke kota. Sepanjang perjalanan ia cukup was
was mengingat peringatan tentang bahayanya ibukota bagi pendatang
sepertinya. Pakaian yang seadanya dengan kaos putih dan celana jeans
cukup untuk membuatnya tampak wong ngedeso.
Di mobil Angel.
Angel
mengikuti saran neneknya untuk mengunakan kaos putih polos dengan
celana jeans untuk menghormati klenteng. Ia pun melaju mobilnya dengan
cepat. Tiba tiba terdengar suara telepon dari sang kekasih yang tinggal
di Singapore.
"Hei manis, mau imlek neh. Dapat angpao ga hehehe!"
"Ah kamu emangnya aku ini masih anak sd ya. Uda bukan jaman kali. Ga pulang ke Jakarta!"
"Mau dong.. kan mau ketemu kamu. Besok aku pulang dan ketemu sama orang tua aku, aku mau ngenalin kamu sama mereka!"
"Hm.. boleh. Pasti kan besok!! Soalnya nenek mau ajak aku pergi ke tempat saudara . !"
"Iya iya.. kamu lagi dimana sih?" Tanya sang kekasih bernama Hendra
"lagi di jalan.. nyetir!"
"Oh.. yauda kamu nyetir ya. Hati hati ok!"
"Sip..!"
Ketika
Angel mematikan teleponnya. Tiba tiba sebuah mikrolet merah melaju
cepat menutup pandangannya ia berhasil lolos dari mikrolet merah itu
namun ketika mikrolet itu menghilang. Dari arah depan muncul truk
container yang besar melaju kencang. BlAKKKKKKKK…
Mobil
Angel menabrak truk tersebut. Bensin membocori seluruh isi mobil dan
meledak seketika. Angel terbakar dalam kejadian tersebut. Ia sempat
melihat dirinya terhempas dengan darah yang mengalir diseluruh
kepalanya, dan
BOOM.. Mobil meledak seketika.
Masyarakat bekerumunan mendekati Angel. Wajahnya terbakar dari arah luar. Tubuhnya masih terlindungi. Dan ia pun kritis.
Di lain tempat.
Agnes
berhenti di halte busway kota. Ia sempat bingung dengan laju tempat
yang ia turuni. Ia merasa tidak yakin karena arah dua mobil yang saling
menyelempet. Tiba tiba seseorang laki laki menarik tasnya. Ia berteriak
histerik kepada orang tersebut. Namun tidak ada yang peduli ketika ia
berkata maling telah mengambil tasnya. Karena tak ingin kehilangan
alamat dan uang ditasnya. Ia pun berlari mengejar maling itu seorang
diri.
Maling
itu melaju dengan lihai di jalan yang dipadati oleh mobil dengan cepat.
Angel tak menyadari ketika ia mengejar maling tersebut. Sebuah mobil
kijang melaju dengan cepat. Ketika ia berbalik melihat sebuah mobil
melaju. Ia berusaha menghindar dan sebuah mobil lain dari arah
berlawanan melaju dengan cepat. Dan terhantamlah wajahnya hingga ia
terpental hingga 5 meter jauhnya. Yang tersisa dari kecelakaan tersebut
adalah sebuah luka besar di kepala dan wajahnya.
Sebuah
ambulans datang melaju dengan cepat. Dua ambulan tersebut membawa Angel
yang sekarat dengan luka bakar. Satu lagi membawa Agnes yang mengalami
pendarahan cukup besar di kepalanya. Unit gawat darurat rumah sakit
tersebut dipadatin oleh banyak pasien sakit tidak seperti biasanya.
Dokter membuat keputusan untuk menyatukan beberapa pasien dalam satu
ruangan. Angel dan Agnes pun disatukan dalam sebuah ruangan. Dokter
belum datang, karena sibuk dengan pasien lain.
Suster
yang bertugas juga harus bergiliran. Hingga mereka tak menyadari kedua
orang itu berada dalam satu jarak yang hanya 1 meter. Suster membuka
pakaian keduanya. Dan menyatukan dalam sebuah kesalahan besar.
Kesibukan membuat ia meletakkan pakaian Angel di tempat Agnes, dan
pakaian Agnes di tempat Angel. Pakaian tersebut telah penuh dengan noda
darah sehingga tak akan ada yang menyadari kesalahan tersebut. Dan
keduanya pun dibawah ke dua ruang berbeda untuk diperiksa.
Beberapa
jam kemudian keduanya ditangani oleh dokter. Sayang nasib Angel buruk
karena fatalnya kecelakaan, ia pun meninggal saat diperiksa. Sedangkan
Agnes tak sadarkan diri. Dokter pun menganalisis gegar otak yang
dialami agnes mgkn akan membuatnya amnesia. Dan dokter tidak bisa
memprediksi kapan agnes akan sadar, ia pun memutuskan mengoperasi wajah
pasien yang rusak karena hantaman mobil disaat itu juga.
Kesalahan
besar dokter terjadi ketika mereka salah memasukan nama keduanya yang
tidak mempunyai status. Dokter mencoba mencari jati diri keduanya,
tertukarlah keduanya ketika dokter menemukan ktp milik Angel terjatuh
di pakaian Agnes. Dan yang mereka tau hanya satu, Angel selamat dan
yang meninggal adalah Agnes. Dokter menghubungi keluarga Angel yang
disambut histeris oleh sang nenek yang segera menuju rumah sakit.
Sedangkan
jasad Angel asli dibiarkan hingga ada yang mencarinya. Media massa
membantu kasus ini cepat menyebar. Orang tua Agnes pun dipanggil untuk
melihat kondisi putrinya segera dari Surabaya. Tangis mengiringi
kematian sang putri mereka. Walau sesungguhnya Agnes asli masih hidup.
Namun untuk sementara wajahnya ditutupi oleh perban untuk menjaga hasil
operasi yang dokter lakukan. Nenek bersuka cita melihat sang cucu
berhasil selamat dari kecelakaan tersebut tanpa tau cucu aslinya telah
mati.
Segera
jasad Agnes palsu dibawa ke Surabaya untuk dimakamkan. Nenek pun
memindahkan sang cucu dari rumah sakit tersebut ke yang lebih baik.
Semakin jauhlah kenyataan yang tidak akan pernah mereka kira. Dokter
bedah plastic terbaik pun dipanggil untuk mengembalikan kecantikan
Angel palsu tersebut yang masih tak sadarkan diri setelah kejadian naas
tersebut.
***
1
bulan kemudian, mujizat itu datang, Angel tersadar dari tidur
panjangnya. Ketika ia bangkit dari tidurnya. Wajahnya masih diperban
nyaris seperti mumi. Yang berdiri disampingnya adalah sang kekasih
Hendra, dengan setia pria itu menjaga sang kekasih yang ia cintai,
bahkan ia berhenti bekerja untuk itu.
"Angel kamu sudah sadar, thks GOD!" teriak Hendra
Angel menatap wajah pria itu dengan kebingungan, ia tak ingat siapa pria disampingnya.
"Kamu
pasti lupa sama aku, aku Hendra. Pacar kamu. Kata dokter kamu hilang
ingatan. Tapi kamu jangan takut. Seiring waktu ingatan kamu pasti
kembali!!" jelas Hendra
Angel
tak menjawab penjelasan pria berusia 28 tahun tersebut, ia masih
berusaha memperhatikan dirinya. Dan kemudian waktu pun berjalan. Angel
tak pernah bicara hingga perban di wajahnya terbuka. Sedikit perubahan
yang mencolok dari wajahnya, namun dokter mengatakan wajah Angel tidak
mungkin cantik seperti dahulu, yang mereka lakukan adalah yang terbaik.
Nenek dan Hendra tidak peduli akan itu. Mereka tetap bersyukur orang
mereka cintai selamat dan bisa berkumpul kembali.
Angel
mengeluarkan satu kata pertamanya ketika ia tiba dirumah besar milik
sang nenek. Ia bahkan tak ingat siapa orang disampingnya. Namun kasih
sayang akhirnya menyadarkan ia bahwa mereka adalah orang baik. Ia pun
mulai terbiasa dan mulai berbicara dan suaranya yang asli medok
Surabaya memang sempat mengagetkan sang nenek dan Hendra. Namun dokter
berdalih, bahwa suster yang merawat Angel sering mengajak Angel bicara
sehingga secara naluri suster asal Surabaya yang berbahasa medok asli
suroboyo itu mengalir dan membentuk karakter pada Angel.
Satu
kesalahan tersebut tertutupi, kehidupan pun berlanjut, Angel merasakan
kebahagian bersama keluarga barunya. Sang kekasih yang begitu mencintai
dan memberikan kasih sayang yang tidak pernah ia dapatkan membuat ia
semakin mantap melanjutkan mimpi yang pernah dikatakan oleh Angel asli.
Segera menikahi sang kekasih. Dan mereka pun akhirnya memutuskan untuk
menikah pada saatnya.
Suatu
ketika Angel termenung di ruang tamunya. Ia memperhatikan sesosok pria
bernyanyi dengan indah. Sosok pria itu sedang mengikuti sebuah kontes
bintang. Dan pria itu mewakili daerah Surabaya. Dan kenyataan
sesungguhnya pria itu adalah mantan kekasihnya. Angel beberapa kali
mengalami sakit kepala ketika melihat nama pria itu disebut
Agus.. Agus. Agus.
" siapa pria ini, mengapa ia begitu membuat aku ingin berjumpa dengannya!" ujar Angel dalam hati.
disebuah makan malam.
Nenek
sesungguhnya mulai merasakan keanehan pada cucunya. Angel tidak pernah
mencuci piring ataupun menyapu seumur hidup tinggal bersamanya.
Anehnya, cucunya yang sekarang begitu rajin, setiap selepas makan ia
akan selalu membersihkan piring yang kotor. Menyapu setiap paginya,
bahkan menyirami taman rumah mereka. Namun nenek yang tulus dan
kesepian itu tidak ingin kehilangan lagi orang yang ia cintai. Dan ia
pun mulai bicara dengan cucunya disaat makan malam.
"Angel, kamu coba ini enak loh parenya!"
"Boleh.,!"
Angel
malahap pare tersebut dengan terus meminta tambahan yang banyak. Sang
nenek meneteskan air mata ketika melihat Angel begitu menyukai makanan
pahit tersebut. Neneknya tersadar, orang yang duduk disampingnya
bukanlah cucunya. Cucunya yang asli tidak bisa menikmati makanan pahit,
tubuhnya akan alergi dan akan muntah. Walaupun Angel kehilangan ingatan
ia tidak akan kehilangan penyakit lamanya.
"Nenek , kenapa nenek nangis!?" Tanya Angel
"Ga
pa pa, nenek hanya terharu . ntah kapan nenek bisa melihat kamu makan
bersama nenek lagi kelak,, nenek sudah tua dan mungkin tidak akan
memiliki waktu indah ini lagi!"
Angel
tersentuh oleh kalimat tersebut. Ia pun memeluk penuh kasih sang nenek
yang setia menjaga dan merawatnya sejak dulu. Di malam hari sebelum
tidur sang nenek berdoa pada Tuhan
"Mungkin
dia bukanlah cucu yang nyata bagiku, namun dia adalah surga terakhir
yang kumiliki Tuhan. Aku tidak akan pernah rela kehilangan lagi orang
yang aku sayangi. Izinkanlah hambamu ini untuk sekali saja merayakan
satu tahun imlek bersamanya dan kembalikan lah cucu yang nyata bagiku
dalam keadaan apapun aku siap menerimanya, dan lenyapkanlah misteri ini
dari hidupku"
Angel
menjadi fanatic terhadap tayangan reality show pemilihan penyanyi idola
yang tardapat mantan kekasihnya. Ntah mengapa setiap melihat sosok itu
ia mulai teringat tentang masa lalu yang jauh dari pikirannya tentang
sebuah kota. Yang ia ingat selalu satu. Ia berlari disebuah desa yang
penuh dengan rumputan hijau. Kemudian bermain air di tepi sungai.
Kemudian menaiki sepeda bersama sosok yang ada dilayar telivisi
tersebut. Namun ia berpikir itu hanya ilusi yang berlebihan karena
terlalu mengidolakan pria tersebut.
Pernikahan
Angel dan Hendra semakin dekat. Mereka semakin bahagia menyambut
pernikahan tersebut. Namun disatu sisi Angel mulai merasakan keanehan
setiap harinya. Ia mulai bicara tentang desa indah yang dikira adalah
sebuah khayalan oleh sang kekasih. Angel terus bicara dan membuat
Hendra menjadi penasaran tentang tempat itu. Hingga pada suatu hari.
Tayangan televisi reality show yang menayangkan Agus mantan kekasih
Agnes mulai menayangkan sosok tempat tinggal Agus di desanya di
Sidoarjo dekat dengan Surabaya.
Disaat
itu Angel dan Hendra sedang menonton televisi bersama. Hendra terpanah
ketika Angel berteriak histeris kalau desa itulah yang ada di dalam
khayalannya. Desa itu adalah tempat ia bicarakan setiap saat. Hendra
tersentak dan mulai berpikir tentang Angel yang ia kenal tidak lah
pemimpi yang hidup untuk berdongeng padanya setiap hari. Hendra semakin
penasaran. Begitu pula Angel, dia penasaran dan berharap Hendra mau
mengantarkanya ke tempat itu.
Ajang
pemilihan penyanyi idola tersebut berhasil membawa nama Agus keluar
sebagai juara. Angel dan Hendra bahkan datang khusus untuk menyaksikan
final tersebut di tempatnya. Sang pembawa acara bertanya pada Agus
tentang kemenangan. Agus berujar sambil berlinang air mata.
"Kemenangan
ini kupersembahkan untuk sang kekasih yang telah tiada, Agnes. Dan
setelah kemenangan ini hal pertama yang akan aku lakukan adalah melayat
pada dirinya. Memberikan cerita mimpi yang menjadi kenyataan"
Suara
lantang yang terdengar besar dari kisah sedih Agus sontak membuat Angel
terperangah. Jiwanya gusar, ingatannya yang hilang begitu dalam.
Bangkit dan menyadarkan ia akan siapa dirinya. Ia menatap wajah Hendra
yang tampak bingung dengan Angel yang berlinang air mata.
"Hendra bisakah kamu antarkan aku ke rumah sakit dimana aku pernah dirawat"
Hendra
tak bertanya apapun, ia segera menuju rumah sakit itu, Angel meminta
data kejadian secara lengkap tentang peristiwa naas tersebut. Menurut
catatan , ada satu pasien yang seruangan denganya. Dan pasien itu telah
meninggal bernama Agnes. Hendra mulai menyadari satu hal yang tak ingin
ia percayai, Angel menatapnya dengan penuh kesedihan dan berujar.
"Aku bukanlan Angel yang selama ini kamu pikirkan. Aku adalah Agnes , Angel dan aku tertukar ketika berada dalam satu ruangan"
Hendra
menatap wajah Angel dengan penuh tangis. Mereka berpelukan dengan penuh
haru. Nenek datang secara tak sengaja juga karena ingin tau misteri
kejadian yang terjadi saat cucunya dirawat dirumah sakit. Ia melihat
Angel dan Hendra saling berpelukan. Dan Hendra pun menatap sang nenek
dengan penuh perasaan sedih. Nenek telah menyadari apa yang seungguhnya
terjadi. Dengan ikhlas ia berkata satu hal
"siapapun dia, dia adalah bintang bagi sinar kebahagiaan nenek"
"Dan dia adalah orang yang penuh kasih dan kehangatan bagiku " Timpa Hendra
Angel
pun akhirnya menjadi Agnes. Agnes kembali ke Surabaya dan keluarganya
seolah tak percaya dengan apa yang mereka lihat dan dengar. Mayat Angel
asli yang telah dimakamkan penuh kasih di daerah lahirnya , Sidoarjo
bukanlah putri sesungguhnya. Air mata bahagia terselimuti diantara
keluarga tersebut. Kemudian muncul Agus yang datang khusus untuk
melihat keluarga Agnes. Ia pun mendapatkan kebahagian setelah
mendengarkan misteri yang terungkap. Suka cita bahagia terselimut bagi
siapapun yang mengenal Agnes.
Sedangkan
dilain tempat, Hendra dan nenek datang ke desa yang tak pernah mereka
pikirkan. Berdiri menatap sebuah batu nisan indah dengan mawar merah
terhempas di atasnya. Setidaknya mereka telah menerima semua ini dengan
ikhlas . kepergian Angel sungguh sedih, namun kehadiaran Agnes dalam
hidup mereka telah menutupi kesedihan yang seharusnya terjadi.
Mereka
pun merayakan hari besar imlek bersama keluarga Agnes. Di sebuah kota
yang tak pernah mereka pikirkan. Dan kini Agnes adalah Angel bagi
keluarga nenek dan Hendra. Dan tahun baru tersebut pun berlalu dengan
keceriaan tuk melupakan kesedihan yang pernah ada.
Untuk semuanya hapuskan air mata di tahun yang berlalu, berikan kan senyuman indah bagi tahun yang akan datang.

0 komentar:
Posting Komentar