Minggu, 29 Agustus 2010

Sekantung Kue

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba.

Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara, lalu mencari tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua kue yang berada diantara mereka berdua !

Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia kembali membaca, mengunyah kue dan melihat jam, sementara si 'Pencuri Kue' yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal. Wanita itupun sempat berpikir, "Kalau aku bukan orang baik sudah kutonjok dia!". Setiap ia mengambil satu kue, si lelaki juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya dalam hati, apa yang akan dilakukan lelaki itu... Dengan senyum tawa di wajahnya dan agak gugup, si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonya lagi. Wanita itupun merebut kue itu dan menjerit dalam hati, "Ya ampun !! Orang ini berani sekali !, Sudah kurang ajar, tak tau malu lagi !". Belum pernah rasanya ia begitu kesal.

Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan, ia segera mengumpulkan barang miliknya lalu menuju pintu gerbang, menolak untuk menoleh pada si "Pencuri tak tahu terima kasih itu !".

Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari buku yang hampir selesai dibacanya tadi. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget ! Disitu ada kantong kuenya, di depan matanya !

"Kok milikku ada di sini ?!" erangnya dengan patah hati. Jadi kue tadi adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi... Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih.

Ternyata sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih dan dia sendirilah si pencuri kue itu...

Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya. Orang lainlah yang selalu salah, orang lainlah yang patut disingkirkan, orang lainlah yang tak tahu diri, orang lainlah yang berdosa, orang lainlah yang selalu bikin masalah, orang lainlah yang pantas diberi pelajaran. Padahal kita sendiri yang mencuri kue tadi, padahal kita sendiri yang tidak tahu terima kasih. Kita sering mempengaruhi, mengomentari, mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahan sebenarnya.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Shine Huang. Design By: SkinCorner